Target tersebut didukung oleh potensi pengembangan hingga 3 GW yang berasal dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri oleh PGEO. Potensi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda Net Zero Emission 2060.
Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Geothermal, Gigih Udi Atmo menilai, pengangkatan Ahmad Yani sebagai direktur utama merupakan langkah strategis untuk mendorong akselerasi bisnis panas bumi perseroan.
“Kami optimistis keputusan strategis ini akan membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional perseroan yang lebih luas ke depan. Dengan pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih.
Sebelum menjabat sebagai direktur utama, Ahmad Yani telah mengemban posisi Direktur Operasi Pertamina Geothermal sejak 2023. Dia dikenal memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman mendalam di industri panas bumi.
Selama masa jabatannya, Ahmad Yani berperan penting dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh WKP yang dikelola perseroan.