AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ganti Nama Jadi Meta, Saham Facebook Langsung Rebound

MARKET NEWS
Tia Komalasari/IDXChannel
Jum'at, 29 Oktober 2021 07:40 WIB
Saham Facebook kembali naik 3,6 Persen setelah perusahaan mengumumkan untuk mengganti namanya menjadi Meta.
Simbol Meta. (Foto: Reuters)
Simbol Meta. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Saham Facebook kembali naik 3,6 Persen setelah perusahaan mengumumkan untuk mengganti namanya menjadi Meta, Kamis sore waktu AS (28/10/2021). Dikutip dari Nasdaq.com, pengumuman tersebut memastikan rumor tentang perubahan nama Facebook yang sudah tersiar beberapa waktu lalu.

Kenaikan ini mengoreksi pelemahan hari sebelumnya dimana saham Facebook Inc terlihat melemah 3,92% dan menjadi hambatan terbesar bagi indeks S&P 500 dan Nasdaq, Rabu waktu As (27/10/2021). Koreksi saham Facebook terjadi setelah perusahaan memperingatkan bahwa perubahan privasi baru yang dilakukan Apple Inc akan membebani bisnis digitalnya. 

Saham perusahaan media sosial itu ditutup di bawah rata-rata pergerakan sahamnya dalam 200 hari untuk pertama kalinya sejak 8 Maret. Bahkan secara teknis, dapat terlihat bahwa saham Facebook berpotensi melanjutkan pelemahan.

Perusahaan Facebook Inc (FB.O) mengumumkan perubahan namanya menjadi Meta, Kamis waktu AS (28/10/2021). Facebook juga melakukan rebranding yang berfokus pada pembangunan "metaverse", lingkungan virtual bersama yang diprediksi akan menjadi masa depan internet seluler.

Perubahan nama itu terjadi saat Facebook melawan kritik dari pembuat undang-undang dan regulator. Perusahaan media sosial terbesar di dunia itu dikritik atas kekuatan pasarnya, keputusan algoritme, dan pemolisian penyalahgunaan pada layanannya.

CEO Mark Zuckerberg, yang berbicara di konferensi realitas virtual dan augmented reality yang disiarkan langsung perusahaan, mengatakan nama baru itu mencerminkan pekerjaannya yang berinvestasi di metaverse, daripada layanan media sosial senama, yang akan terus disebut Facebook.

Metaverse adalah istilah yang diciptakan dalam novel dystopian "Snow Crash" tiga dekade lalu dan sekarang menarik perhatian di Silicon Valley.  Ini merujuk secara luas pada gagasan tentang dunia virtual bersama yang dapat diakses oleh orang-orang yang menggunakan perangkat yang berbeda.

"Saat ini, merek kami terkait erat dengan satu produk sehingga tidak mungkin mewakili semua yang kami lakukan hari ini, apalagi di masa depan," kata Zuckerberg seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/10/2021). (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD