Dalam sambutan tersebut, Gibran juga menekankan pentingnya penerapan standar lingkungan dalam operasional fasilitas industri. Sementara, dalam keterengan resminya, Direktur Utama SIG, Indrieffouny, melaporkan bahwa progres proyek dermaga ini telah mencapai 99 persen, dan diproyeksikan menjadi fasilitas ekspor semen berkapasitas besar untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun tersebut mencakup pengembangan sejumlah fasilitas produksi dan infrastruktur logistik. Salah satu pengembangan utama adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 deadweight ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan jetty eksisting.
Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan fasilitas produksi seperti blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system masing-masing berkapasitas 18.000 ton.
"Untuk mendukung distribusi logistik, fasilitas ini dilengkapi tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi memindahkan semen curah dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga," ujar Indrieffouny.
Menurut Indrieffouny, proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi optimal pada pertengahan 2026. Nantinya, fasilitas tersebut akan memperkuat kemampuan ekspor perusahaan di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif.