sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

GMF AeroAsia (GMFI) Ungkap Rencana Rights Issue demi Penuhi Batas Free Float

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
10/06/2026 11:30 WIB
GMF AeroAsia (GMFI) mengungkapkan rencana untuk melakukan PMHMETD alias rights issue untuk memenuhi ketentuan free float sebesar 15 persen.
GMF AeroAsia (GMFI) mengungkapkan rencana untuk melakukan PMHMETD alias rights issue untuk memenuhi ketentuan free float sebesar 15 persen. (Foto: Ist)
GMF AeroAsia (GMFI) mengungkapkan rencana untuk melakukan PMHMETD alias rights issue untuk memenuhi ketentuan free float sebesar 15 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF AeroAsia (GMFI) mengungkapkan rencana untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue untuk memenuhi ketentuan minimal porsi saham publik (free float) sebesar 15 persen pada 2028.

Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi mengatakan, rights issue menjadi opsi yang diambil untuk memenuhi aturan free float tahap awal sebesar 12,5 persen pada Maret 2027. Adapun strategi berikutnya masih didiskusikan untuk memenuhi sisanya hingga mencapai 15 persen

"Kami sedang intens berdiskusi dengan pemegang saham kami, baik dengan Garuda (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk/GIAA) maupun dengan Danantara, langkah apa yang akan kami lakukan. Tapi yang pasti untuk mengantisipasi aturan di Maret 2027 kami sudah punya plan (rencana) untuk melakukan rights issue untuk memenuhi peraturan mengenai free float tersebut," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).

Andi mengatakan, perseroan berkomitmen memenuhi aturan free float tersebut sebagai bagian dari meningkatkan visibilitas di pasar modal sekaligus menciptakan nilai bagi pemegang saham. Dia juga menyebut, perseroan menerapkan strategi pertumbuhan yang konsisten serta komunikasi yang transparan dengan investor.

"Tujuan kami adalah memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, dan memperluas basis investor secara berkelanjutan," katanya.

Sebagai informasi, GMF AeroAsia sebelumnya telah melakukan rights issue melalui skema injeksi aset (inbreng) oleh PT Angkasa Pura Indonesia (API). Saat ini, API menjadi pemegang saham terbesar perseroan dengan porsi 65,78 persen meski GIAA masih memegang kendali dengan porsi 27,44 persen.

Dengan masuknya API sebagai pemegang saham, free float perseroan pun menyusut. Hingga akhir Mei 2026, porsi free float GMFI tercatat sebesar 6,52 persen. jauh dari batas yang ditetapkan regulator.

Di samping rights issue, perseroan juga tengah menggarap aksi korporasi lain berupa kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo defisit. Andi mengatakan, manajemen tengah fokus memperbaiki struktur permodalan menjadi lebih sehat dan resilien.

Untuk mendukung kinerja, perseroan juga fokus menjaga likuiditas, terutama meningkatkan arus kas operasional (operating cash flow/OCF). Sejumlah strategi telah disiapkan, yakni pertama memperkuat disiplin konversi kas melalui penagihan yang lebih efektif, pemantauan koleksi yang proaktif, serta tata kelola syarat pembayaran yang lebih baik.

Kedua, mengoptimalkan modal kerja dengan memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki pendanaan yang jelas, margin yang lebih tinggi, serta memiliki nilai tambah strategis sambil memastikan pengelolaan persediaan dan pengadaan selaras dengan kebutuhan pasar dan target.

Ketiga, menjalankan pengelolaan kewajiban secara disiplin melalui pencocokan arus kas, optimalisasi termin pembayaran kepada vendor, serta alokasi pendanaan yang prudent. Keempat, memperkuat posisi ekuitas dengan menjaga profitabilitas dan melanjutkan berbagai upaya untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Melalui berbagai inisiatif tersebut GMF tidak hanya meningkatkan profil likuiditasnya tetapi juga membangun ketahanan keuangan yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement