Selain itu, GoTo berencana membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri, setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) setelah seluruh persiapan selesai.
GoTo mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun pada 2026. Selain itu, perseroan meningkatkan target kinerja Fintech menjadi Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun, sementara target On-Demand Services diturunkan menjadi Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun sebagai dampak penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen.
Perseroan menegaskan pedoman tersebut didasarkan pada kondisi bisnis saat ini dan masih dapat berubah sesuai perkembangan persaingan industri, inflasi biaya, kondisi ekonomi makro, maupun faktor lain di luar kendali perseroan.
(Rahmat Fiansyah)