BRI Danareksa menilai pernyataan tersebut muncul di tengah lonjakan harga energi global, terutama minyak, sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari.
Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan menolak gencatan senjata sementara dan menuntut pengakhiran perang secara menyeluruh, sementara Pope Leo XIV turut mendorong dialog dan de-eskalasi serta menyerukan kembali ke meja perundingan.
Meski sentimen pasar membaik, BRI Danareksa mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap sejumlah risiko.
Belum adanya kesepakatan konkret antara Amerika Serikat dan Iran membuka peluang terjadinya false hope rally yang rawan berbalik arah.
Selain itu, potensi eskalasi lanjutan masih dapat kembali mendorong harga energi naik dan menekan pasar keuangan global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.