Lalu sisanya sekitar Rp213,4 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, yakni pembayaran kepada
pemasok dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan.
Setelah IPO, kendaraan pendiri BACH, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), masih akan memegang 52,3 persen saham, sementara PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) memiliki 25,5 persen.
Namun, berdasarkan perjanjian opsi yang tidak dapat dibatalkan antara BMSI dan GTP pada 7 Januari 2026, GTP telah menyampaikan pemberitahuan untuk mengeksekusi opsi tersebut pada 13 Maret 2026.
Melalui transaksi itu, GTP akan mengakuisisi 1 miliar saham milik BMSI sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 51 persen atau sekitar 2,1 miliar saham. Setelah transaksi selesai, kepemilikan BMSI akan turun menjadi 26,8 persen.
(DESI ANGRIANI)