CEO bursa saham Saudi pada Desember lalu mengatakan 40 perusahaan telah mengajukan untuk go public, dengan total calon penawaran umum perdana (IPO) bisa mencapai 100.
“Progres berkelanjutan menuju liberalisasi pasar modal Saudi bukan hanya merupakan tonggak penting bagi kerajaan itu sendiri, tetapi juga bagi kawasan secara lebih luas,” kata manajer investasi di Barings, Adnan El-Araby.
Saham lokal sempat menguat pada September setelah Bloomberg melaporkan kemungkinan kerajaan segera melonggarkan batas kepemilikan asing. Kenaikan tersebut memudar setelah regulator mengatakan bahwa pembuat kebijakan belum memutuskan apakah akan menghapus batasan itu sekaligus atau secara bertahap dalam tinjauan 2026.
Pengumuman terbaru ini tentu kembali menjadi sorotan bagi pasar Saudi yang membutuhkan dorongan setelah penurunan tahun lalu.
"Tim penyusun indeks kami memperkirakan bahwa kenaikan batas kepemilikan asing dari 49 persen saat ini menjadi 60-100 persen berpotensi menarik aliran dana pasif sebesar USD3,4 miliar hingga USD10,2 miliar dari investor global yang mengikuti indeks MSCI dan FTSE," kata direktur pelaksana riset ekuitas di Jefferies International Limited, Naresh Bilandani.
(NIA DEVIYANA)