IDXChannel - Arab Saudi membuka pasar sahamnya untuk semua investor asing sebagai langkah terbaru kerajaan untuk meningkatkan aliran modal ke pasar terbesar di Timur Tengah itu.
Otoritas Pasar Modal Saudi mengatakan, mereka telah menghapus semua pembatasan yang sebelumnya mengharuskan investor asing memenuhi kualifikasi tertentu untuk melakukan transaksi di pasar Saudi. Salah satu pembatasan itu mensyaratkan investor memiliki minimal USD500 juta aset yang dikelola.
“Perubahan yang disetujui menghapus konsep Qualified Foreign Investor/QFI) di pasar utama, sehingga memungkinkan semua kategori investor asing mengakses pasar tanpa harus memenuhi persyaratan kualifikasi,” kata regulator itu dalam pernyataannya, dilansir Bloomberg, Rabu (7/1/2026).
Keputusan ini memungkinkan non-residen berinvestasi langsung di pasar utama Saudi mulai 1 Februari, dan menandai langkah terbaru dalam serangkaian reformasi pasar.
Otoritas berupaya menghidupkan kembali pasar saham, di mana indeks acuan Tadawul All Share Index turun hampir 13 persen tahun lalu, berkinerja lebih buruk dibandingkan rekan pasar negara berkembang lainnya.
Dari total nilai pasar saham Arab Saudi yang mencapai USD2,3 triliun, kepemilikan investor asing tercatat lebih dari 590 miliar riyal Saudi atau setara USD157,3 miliar pada akhir September. Sekitar 88 persen dari dana asing tersebut terkonsentrasi pada saham-saham di indeks utama.
Kebutuhan Riyadh akan aliran modal asing semakin mendesak karena pengeluaran tinggi dan rendahnya pendapatan minyak mendorong pemerintah ke defisit anggaran yang lebih dalam, yang dapat memperlambat investasi.
Kehadiran lebih banyak investor dapat menjadi sinyal positif bagi pasar Saudi, yang memiliki puluhan perusahaan yang tengah mengajukan persetujuan untuk listing saham secara lokal.