Jepang menerima sekitar 4 juta metrik ton LNG per tahun, atau sekitar 6 persen dari total impornya, melalui Selat Hormuz yang secara efektif tertutup akibat perang.
Dalam rencana yang akan dipresentasikan kepada kelompok ahli pemerintah, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) mengusulkan penangguhan selama satu tahun terhadap batas 50 persen tingkat utilisasi kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara.
Konsumsi LNG kemudian diperkirakan turun sekitar 0,5 juta ton per tahun, atau sedikit lebih dari 10 persen dari LNG yang diimpor melalui Selat Hormuz, menurut METI.
Belum jelas seberapa cepat proposal tersebut akan disetujui. Nikkei, yang pertama kali melaporkan rencana itu pada Kamis, menyebutkan perdana menteri dijadwalkan menyampaikan pengumuman terkait.
Data METI menunjukkan Jepang memiliki stok LNG sekitar 4 juta ton. Pembangkit listrik termal negara tersebut sebagian besar bergantung pada LNG dan batu bara, dengan porsi kecil ditopang oleh minyak. (Aldo Fernando)