IDXChannel - Produsen batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), bagian dari Grup Banpu melaporkan kinerja keuangan kuartal I-2026 yang telah diaudit. Kinerja perseroan mencerminkan tekanan profitabilitas di tengah melemahnya harga batu bara dan kenaikan beban mulai dari operasional hingga royalti.
Dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026), secara operasional, ITMG mencatat produksi batu bara sebanyak 4,7 juta ton pada Januari-Maret 2026. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,3 juta ton, imbas curah hujan yang tinggi.
Meski produksi turun, penjualan batu bara meningkat 6 persen menjadi 6,3 juta ton. Sementara harga jual rata-rata (ASP) turun dari USD82 per ton menjadi USD79 per ton. Dengan begitu, pendapatan ITMG naik 3 persen menjadi USD498 juta.
Beban pokok pendapatan naik 5 persen seiring dengan kenaikan angka penjualan batu bara, yang ditopang oleh pihak ketiga 700 ribu ton dan persediaan batu bara. Beban penjualan naik 2 persen menjadi USD43 juta, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat 9 persen menjadi USD13 juta.
ITMG juga mencatat kenaikan pada beban pajak dari USD19 juta menjadi USD26 juta. Beban royalti juga ikut naik 9 persen menjadi USD58 juta, seiring peningkatan volume penjualan. Laba bersih juga tercatat menyusut 16 persen dari USD65 juta menjadi USD55 juta untuk periode kuartal I.