Oh menilai faktor utama yang perlu diperhatikan adalah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasar gas alam cair (LNG).
"Fokus utama pasar tetap pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar LNG," ujarnya.
Menurut Oh, jika ekspor LNG melalui Selat Hormuz kembali normal, tekanan terhadap pasokan energi dapat mereda sehingga berpotensi menahan kenaikan harga batu bara.
Namun, kebutuhan Eropa untuk mengisi cadangan gas menjelang musim dingin diperkirakan tetap menjadi faktor penopang harga LNG maupun batu bara dalam beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya, Trading Economics melaporkan bahwa insiden di sebuah tambang di Provinsi Shanxi, China, memicu penghentian produksi dan pemeriksaan keselamatan yang lebih ketat di wilayah penghasil batu bara terbesar di negara tersebut.