Sementara itu, Direktur Temas Port Marthalia Vigita mengatakan, perusahaan juga melakukan berbagai langkah efisiensi untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM terhadap operasional pelabuhan.
Salah satu strategi yang dilakukan dengan memaksimalkan utilisasi peralatan yang dimiliki agar produktivitas tetap terjaga. Namun demikian, biaya bahan bakar yang meningkat tetap akan dialihkan kepada pemilik muatan atau barang sebagai bagian dari penyesuaian biaya layanan.
"Biaya BBM kami akan pass on kepada pemilik muatan atau barang," kata Marthalia.
Di sisi lain, Temas Port juga menyiapkan transformasi penggunaan energi yang lebih efisien melalui pengoperasian Rubber Tyred Gantry (RTG) berbasis listrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester III-2026.
"Penggunaan energi non-fosil bertujuan untuk menekan biaya operasional khususnya bahan bakar," tuturnya.