AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Harga CPO Ambles hingga 17 Persen Sepekan, Ini Penyebabnya

MARKET NEWS
Athika Rahma
Jum'at, 24 Juni 2022 13:34 WIB
Harga minyak kelapa sawit atau CPO anjlok cukup dalam pada pekan ini. Mayoritas disebabkan oleh masalah permintaan dan persediaan di Asia.
Harga CPO Ambles hingga 17 Persen Sepekan, Ini Penyebabnya. (Foto: MNC Media)
Harga CPO Ambles hingga 17 Persen Sepekan, Ini Penyebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) anjlok cukup dalam pada pekan ini. Mayoritas disebabkan oleh masalah permintaan dan persediaan di Asia.

Mengutip data Barchart pada Jumat (24/6/2022), harga CPO untuk kontrak Juli turun 3,33 persen menjadi MYR 4.708 per ton. Alhasil, harga komoditas itu ambles hingga17,10 persen dalam sepekan.

Penurunan yang sama terjadi pada harga CPO untuk kontrak Agustus 2022 yang jatuh 3,1 persen menjadi MYR 4.651 per ton. Untuk kontrak September 2022 harga CPO juga melemah 3,01persen menjadi MYR 4.601 per ton.

Mengutip Reuters, harga CPO disebabkan oleh sejumlah faktor, misalnya kebijakan percepatan ekspor Indonesia. Hingga Rabu (22/6) lalu, Indonesia telah mengeluarkan izin ekspor CPO hingga 1,5 juta ton.

Di sisi lain, Asosiasi Minyak Sawit Malaysia memproyeksi adanya kenaikan produksi CPO Malaysia sekitar 15,9 persen sehingga pasokan CPO di pasaran akan melimpah.

Kemudian, untuk China sendiri sebagai salah satu importir minyak nabati terbesar berpotensi menurunkan permintaan CPO lantaran minimnya aktivitas ekonomi akibat lockdown.

Demikian pula dengan India yang lebih memilih menggunakan minyak bunga matahari dan minyak kedelai ketimbang CPO. (FRI)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD