Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Di sisi lain, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,3 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas ini menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia mengekspor 5,85 juta ton minyak sawit mentah dan olahan pada kuartal pertama, naik 9,30 persen secara tahunan. (Aldo Fernando)