Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya, karena komoditas ini bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah naik seiring kembali menguatnya kekhawatiran investor terhadap ancaman terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah.
Hal ini terjadi meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan negara-negara untuk membantu menjaga keamanan Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman energi global.
Penguatan harga minyak mentah juga membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Perusahaan survei kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Maret naik 43,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, estimasi dari AmSpec Agri Malaysia akan dirilis pada hari ini.