Di sisi lain, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,15 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Sementara itu, pemerintah Indonesia kemungkinan mengenakan pajak tambahan pada sejumlah komoditas, termasuk minyak sawit, jika diperlukan untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global terhadap anggaran negara. (Aldo Fernando)