Sementara itu, impor minyak sawit India pada Juni turun ke level terendah dalam 14 bulan. Penurunan tersebut dipicu melemahnya permintaan serta menyempitnya selisih harga minyak sawit dengan minyak nabati pesaing, sehingga pembeli mengurangi pembelian.
Nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,2 persen terhadap dolar AS. Penguatan ini membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Di pasar energi, harga minyak mentah melanjutkan kenaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap seluruh pelabuhan Iran.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan terhadap infrastruktur AS di kawasan tersebut.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku produksi biodiesel. (Aldo Fernando)