Indonesia menetapkan harga referensi CPO sebesar USD915,64 per ton untuk Januari, turun dari USD926,14 per ton pada Desember, sesuai dengan keputusan Kementerian Perdagangan.
Namun, pelemahan harga tertahan oleh tanda-tanda pemulihan permintaan dari India, pembeli minyak sawit terbesar dunia.
Impor India tercatat naik tipis pada November, seiring pelaku pemurnian memanfaatkan level harga yang lebih rendah.
Di sisi lain, menurut Trading Economics, Malaysia terus mendiversifikasi pasar ekspor ke kawasan Afrika dan Timur Tengah, di tengah tantangan perdagangan dengan Uni Eropa.
Sepanjang 2025, harga minyak sawit merosot hampir 9 persen setelah mencatat kenaikan solid pada tahun sebelumnya, tertekan oleh melemahnya harga minyak mentah, gangguan cuaca, serta pengetatan aturan keberlanjutan di pasar-pasar utama. (Aldo Fernando)