"Kontrak berjangka CPO diperdagangkan lebih rendah karena mengikuti pelemahan pasar minyak kedelai selama jam perdagangan Asia, tetapi penurunannya dibatasi oleh penguatan ekspor dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya, dikutip Reuters.
Berdasarkan estimasi perusahaan survei kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Juli meningkat antara 12,1 persen hingga 19,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,06 persen, sedangkan kontrak minyak sawitnya melemah 0,84 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1,17 persen.
Pergerakan harga CPO umumnya mengikuti minyak nabati pesaingnya karena saling bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1 persen setelah pasokan kembali mengalir melalui jalur pelayaran strategis, meskipun belum ada terobosan berarti dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.