Di sisi lain, harga minyak mentah juga melemah. Pelaku pasar mencermati laporan mengenai upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah aksi saling serang terbaru kedua negara serta ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.
Pelemahan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Dari sisi ekspor, pengiriman produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Juli turun 0,9 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya, berdasarkan data AmSpec Agri Malaysia. Sementara itu, Intertek Testing Services mencatat ekspor justru naik 4,1 persen.
Prospek produksi juga menjadi perhatian pasar. Departemen Meteorologi Malaysia menyampaikan kepada Reuters bahwa negara tersebut diperkirakan mengalami suhu tertinggi dalam sejarah pada tahun depan seiring menguatnya fenomena El Niño.
Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi minyak sawit. (Aldo Fernando)