Di sisi lain, harga minyak mentah menguat tipis menjelang libur panjang di AS.
Penguatan tersebut didorong optimisme yang hati-hati terhadap upaya menjaga perdamaian di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih kompetitif.
Sementara itu, nilai tukar ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,29 persen terhadap dolar AS.
Penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)