Ringgit, mata uang transaksi utama untuk perdagangan CPO, melemah 0,2 persen terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat harga minyak sawit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat 0,29 persen. Sementara itu, kontrak soyoil paling aktif di Dalian turun 0,3 persen dan kontrak minyak sawit Dalian melemah 0,45 persen.
Pergerakan harga minyak sawit kerap mengikuti minyak nabati pesaingnya karena komoditas ini bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar global minyak nabati.
Di sisi lain, harga minyak mentah menguat seiring kekhawatiran bahwa kegagalan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan akhir guna mengakhiri perang dapat memperpanjang gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah, salah satu wilayah utama penghasil minyak dunia.
Kenaikan harga minyak mentah berjangka membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.