Berdasarkan data perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia dan Intertek Testing Services, ekspor minyak sawit Malaysia periode 1-25 Mei turun masing-masing 18,0 persen dan 14,5 persen dibandingkan periode 1-25 April.
Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Asia Selasa setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran.
Kondisi itu membuat pasar tetap waspada karena kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz masih belum tercapai.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi opsi bahan baku biodiesel yang lebih menarik.
Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,35 persen terhadap dolar AS sehingga komoditas tersebut menjadi sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.