Di China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,4 persen, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 1,18 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga tercatat naik 0,29 persen.
Harga minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, mengingat komoditas ini bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah turut menguat setelah data pertumbuhan ekonomi China melampaui ekspektasi, yang mendorong optimisme permintaan.
Pasar juga mencermati ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi kenaikan tarif AS terhadap negara-negara Eropa, menyusul keinginannya untuk membeli Greenland.
Penguatan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.