Sementara itu, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat harga komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang asing.
Futures minyak sawit mentah Malaysia diperkirakan rata-rata sedikit lebih rendah pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pasokan yang lebih kuat dari produsen utama serta permintaan biodiesel yang relatif lemah diperkirakan menekan harga, berdasarkan jajak pendapat Reuters. (Aldo Fernando)