Prakiraan menunjukkan transisi dari La Niña ke fase netral El Niño antara Maret hingga Mei, yang berpotensi memengaruhi produksi.
Sementara itu, Indonesia menaikkan harga referensi (HR) minyak sawit mentah (CPO) untuk April menjadi USD961,54 per metrik ton. Nilai tersebut meningkat sebesar USD7,03 atau 0,74 persen dari HR CPO periode Maret 2025 yang tercatat sebesar USD954,50 per ton.
Namun, RI tetap mempertahankan bea ekspor sebesar USD124 per ton.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan tren kenaikan harga minyak sawit berjangka mendapat dukungan tambahan dari penguatan kontrak RBD palm olein di Dalian Commodity Exchange (DCE).
“Kenaikan selama jam perdagangan Asia hari ini [Jumat] telah memicu aksi short-covering yang kuat dan aksi beli saat harga rendah (bargain buying) pada CPO berjangka menjelang libur panjang,” ujarnya kepada Bernama.
Bagani menambahkan, pada Kamis malam waktu Asia, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak tajam setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Donald Trump meminta produsen minyak dan biofuel merumuskan kesepakatan baru terkait kebijakan biofuel AS.