Harga CPO umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak hampir 3 persen ke level tertinggi dalam empat pekan setelah Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran, sementara kedua negara meningkatkan serangan di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan CPO, melemah 0,2 persen terhadap dolar AS sehingga membuat harga komoditas tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Dari sisi regulasi, Komisi Eropa pada Senin mengumumkan bahwa impor produk turunan minyak sawit ke Uni Eropa akan mulai dikenai aturan anti-deforestasi mulai Desember 2027. Sementara itu, produk kulit dikecualikan dari ketentuan tersebut. (Aldo Fernando)