PhillipCapital memperkirakan level resistance futures CPO berada di 4.250 ringgit per ton, dengan level support di 4.090 ringgit per ton.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,8 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melonjak 1,43 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,24 persen.
Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, mengingat komoditas tersebut saling bersaing dalam merebut pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak mentah menguat tipis setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mundur dari ancaman pengenaan tarif dalam upayanya mengambil alih Greenland.
Langkah ini meredakan risiko perang dagang antara AS dan Eropa, sekaligus mendukung prospek ekonomi global serta permintaan minyak.