Pergerakan harga minyak sawit juga mendapat pengaruh dari minyak nabati lainnya.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,89 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,84 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,19 persen.
Minyak sawit bergerak mengikuti harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Dari sisi valuta, ringgit yang menjadi mata uang perdagangan CPO melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.
Pelemahan tersebut membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.