Kenaikan stok terjadi seiring produksi yang melonjak ke level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor mengalami penurunan, berdasarkan data regulator industri yang dirilis Kamis (10/9/2026).
Menurut laporan riset CIMB Securities, kenaikan persediaan yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan ketidakseimbangan yang semakin lebar antara pemulihan produksi musiman dan permintaan ekspor yang melunak.
"Kenaikan level stok dapat membatasi ruang kenaikan harga CPO dalam jangka pendek, meski tekanan penurunan kemungkinan tetap tertahan jika tekanan biologis pada tanaman terus membatasi pertumbuhan produksi," tulis CIMB Securities dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.
CIMB menilai produksi kemungkinan tetap kuat secara musiman dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, pemulihan ekspor yang signifikan menjadi faktor penting untuk mencegah persediaan kembali meningkat.