sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga CPO Tertekan Lonjakan Stok, Risiko Pasokan Jadi Penahan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
11/09/2026 15:03 WIB
Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), menghapus penguatan di awal sesi.
Harga CPO Tertekan Lonjakan Stok, Risiko Pasokan Jadi Penahan. (Foto: Magnific)
Harga CPO Tertekan Lonjakan Stok, Risiko Pasokan Jadi Penahan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026), menghapus penguatan di awal sesi dan memperpanjang penurunan sepanjang pekan.

Tekanan datang dari kenaikan persediaan, meski kekhawatiran terhadap ketatnya pasokan ke depan membantu membatasi pelemahan.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,66 persen menjadi 4.853 ringgit Malaysia per metrik ton hingga pukul 14.40 WIB.

Dengan pergerakan tersebut, kontrak CPO telah terkoreksi 1,53 persen sepanjang pekan ini. Pada pekan sebelumnya, kontrak tersebut masih menguat 0,72 persen.

Persediaan minyak sawit Malaysia mencapai level tertinggi dalam delapan bulan pada Agustus.

Kenaikan stok terjadi seiring produksi yang melonjak ke level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor mengalami penurunan, berdasarkan data regulator industri yang dirilis Kamis (10/9/2026).

Menurut laporan riset CIMB Securities, kenaikan persediaan yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan ketidakseimbangan yang semakin lebar antara pemulihan produksi musiman dan permintaan ekspor yang melunak.

"Kenaikan level stok dapat membatasi ruang kenaikan harga CPO dalam jangka pendek, meski tekanan penurunan kemungkinan tetap tertahan jika tekanan biologis pada tanaman terus membatasi pertumbuhan produksi," tulis CIMB Securities dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.

CIMB menilai produksi kemungkinan tetap kuat secara musiman dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, pemulihan ekspor yang signifikan menjadi faktor penting untuk mencegah persediaan kembali meningkat.

Data surveyor kargo juga menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1–10 September diperkirakan turun antara 11,7 persen hingga 17,5 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah turut menjadi penopang bagi harga CPO.

Kedua harga minyak acuan dunia diperkirakan mengakhiri pekan di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei, seiring meningkatnya serangan di jalur pelayaran utama Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi alternatif yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Pergerakan minyak nabati pesaing juga memberikan tekanan terhadap CPO. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,44 persen, sedangkan kontrak palm oil di bursa yang sama turun 0,79 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 0,43 persen.

Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut saling bersaing untuk merebut pangsa pasar minyak nabati global. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement