Namun, laporan tersebut menilai persediaan minyak sawit Malaysia yang mencapai rekor tertinggi berpotensi membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Stok minyak sawit Malaysia melonjak menjadi 3,51 juta ton pada September.
Kenaikan ini terjadi ketika produksi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, melampaui ekspektasi pasar sekaligus membawa persediaan ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tekanan terhadap harga juga datang dari pasar minyak nabati lainnya. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 2,4 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 3,15 persen.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,34 persen.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.