Langkah ini memicu kekhawatiran kenaikan harga energi, inflasi, dan pada akhirnya suku bunga yang lebih tinggi.
Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melanjutkan penguatan setelah laporan Reuters, mengutip tiga pejabat AS, menyebut militer AS mengirim ribuan marinir dan pelaut tambahan ke kawasan tersebut.
Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang dihargakan dalam mata uang tersebut, menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.
Perang antara AS dan Israel melawan Iran telah menewaskan ribuan orang, meluas ke kawasan Timur Tengah, dan menekan perekonomian global sejak serangan gabungan dilancarkan pada 28 Februari.
Blokade berkepanjangan Iran di Selat Hormuz berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan mendorong inflasi.