Dia menilai data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat akan memengaruhi sikap bank sentral terhadap suku bunga.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September sekitar 57 persen, sementara peluang kenaikan pada Desember mencapai 84 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia tersebut bagi investor.
Haberkorn menambahkan, aliran dana yang sebelumnya berada di luar pasar mulai kembali masuk ke emas setelah sejumlah level teknikal berhasil ditembus pada perdagangan sebelumnya.
Meski sempat menguat tajam, harga emas masih berada sekitar 24 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di USD5.594,82 per troy ons yang tercapai pada akhir Januari. (Aldo Fernando)