IDXChannel – Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini setelah mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan.
Pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa ruang kenaikan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) semakin terbatas.
Pada perdagangan Jumat (3/7/2026) pekan lalu, harga emas spot ditutup menguat 1,26 persen ke USD4.175,70 per troy ons.
Secara mingguan, logam mulia tersebut naik lebih dari 2 persen setelah sebelumnya terus melemah selama empat pekan berturut-turut.
Kenaikan emas dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data menunjukkan, nonfarm payrolls (NFP) hanya bertambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 110.000.