Kondisi ini membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar sehingga turut menopang permintaan.
Di sisi lain, permintaan jangka panjang juga masih ditopang oleh pembelian bank sentral.
Data World Gold Council menunjukkan bank-bank sentral menambah cadangan emas bersih sebanyak 41 ton pada Mei, meski beberapa negara sempat menjual sebagian kepemilikannya untuk menopang nilai tukar mata uang masing-masing.
Optimisme terhadap prospek emas juga tercermin dalam survei mingguan Kitco News.
Dari 16 analis Wall Street yang berpartisipasi, 11 orang atau sekitar 69 persen memperkirakan harga emas masih naik pekan ini. Hanya dua analis yang memperkirakan penurunan, sementara tiga lainnya memprediksi harga bergerak mendatar.