Apabila tekanan di pasar komoditas terus berlanjut dan memicu koreksi lebih lanjut pada harga emas dunia maupun logam mulia, Ibrahim telah memetakan beberapa titik jenuh bawah (support) teknikal yang perlu diwaspadai investor untuk sepekan ke depan.
Jika melemah, akan menguji level USD4.264 per troy ons. Jika koreksi berlanjut, harga dapat merosot ke level.
Adapun logam mulia domestik diperkirakan menguji level Rp2.708.000 per gram. Jika pelemahan semakin besar, harga berpotensi mendarat di kisaran Rp2.630.000 per gram.
"Kalau seandainya melemah support-nya di 2.708.000 rupiah per gram. Kalau seandainya melemah kembali kemungkinan besar harga logam mulia itu di 2.630.000. Itu kalau seandainya emas dunia logam mulia terkoreksi," kata Ibrahim.
Meskipun saat ini dibayangi tren penurunan, peluang pembalikan arah (rebound) atau penguatan harga tetap terbuka. Jika sentimen pasar berbalik positif, Ibrahim merinci target kenaikan (resistance).