Meski terjadi aksi jual besar-besaran, para analis mengingatkan agar pergerakan ini tidak langsung dibaca sebagai awal tren penurunan berkepanjangan.
“Kondisinya belum tampak siap untuk pembalikan arah harga emas yang berkelanjutan,” kata analis logam mulia Deutsche Bank, Michael Hsueh, dalam sebuah catatan.
Ia menambahkan investor masih sangat agresif memburu potensi kenaikan, yang mengindikasikan volatilitas berlanjut, bukan runtuhnya sentimen.
CME Group pada Jumat mengatakan akan menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, dengan perubahan tersebut berlaku setelah penutupan pasar pada Senin.
Analis juga menilai kejatuhan harga yang tajam telah mendorong keluar banyak trader spekulatif yang sebelumnya masuk saat reli, sehingga membantu mendinginkan pasar dan mengurangi spekulasi berlebihan.