sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Anjlok Hampir 2 Persen di Tengah Gejolak Timur Tengah

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
05/05/2026 07:15 WIB
Harga emas dunia merosot hampir 2 persen pada Senin (4/5/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga Emas Dunia Anjlok Hampir 2 Persen di Tengah Gejolak Timur Tengah. (Foto: Pexels)
Harga Emas Dunia Anjlok Hampir 2 Persen di Tengah Gejolak Timur Tengah. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia merosot hampir 2 persen pada Senin (4/5/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong penguatan dolar serta memicu kembali kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan.

Emas spot melemah 1,94 persen ke USD4.524,11 per troy ons.

Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, perkembangan terbaru tidak memberi keyakinan kepada pasar bahwa situasi akan segera membaik.

“Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, disertai sinyal yang cukup hawkish terkait arah suku bunga,” ujarnya, dikutip Reuters.

Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab.

Langkah ini memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mencoba mengerahkan Angkatan Laut AS untuk membuka jalur pelayaran.

Dolar AS menguat, sementara harga minyak Brent melonjak lebih dari 5 persen.

Penguatan dolar membuat logam yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Di sisi lain, lonjakan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Barclays bergabung dengan sejumlah lembaga keuangan lain yang memperkirakan tidak ada pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve tahun ini.

Pekan lalu, bank sentral AS tersebut mempertahankan suku bunga dalam keputusan paling terbelah sejak 1992, di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak harga energi terhadap perekonomian.

Sejumlah data penting yang akan dirilis pekan ini mencakup data lowongan kerja AS, laporan ketenagakerjaan ADP, serta payroll April.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Melek melihat level support kuat emas berada di kisaran USD4.200. Ia menilai, faktor fundamental jangka menengah masih berpotensi menopang harga.

Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong sebagian pelaku pasar keluar dari posisi dalam jangka pendek.

Logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 3,2 persen ke USD72,95, platinum turun 1,7 persen ke USD1.955,95, dan paladium merosot 2,9 persen ke USD1.481,00. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement