sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Gelombang Likuidasi Besar

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/02/2026 07:06 WIB
Harga emas dunia anjlok lebih dari 3 persen pada Kamis (12/1/2026), memperpanjang koreksi tajam.
Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Gelombang Likuidasi Besar. (Foto: Freepik)
Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Gelombang Likuidasi Besar. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia anjlok lebih dari 3 persen pada Kamis (12/1/2026), memperpanjang koreksi tajam.

Penurunan ini terjadi seiring gelombang jual di berbagai instrumen investasi yang memaksa investor menjual logam mulia untuk memenuhi margin call dan menutup kerugian di instrumen lain.

Menurut data pasar, emas spot (XAU/USD) merosot 3,20 persen ke USD4.920,81 per troy ons.

Mengutip Trading Economics, penurunan ini terjadi meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan bukan dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga, melainkan kebutuhan likuiditas jangka pendek serta aksi unwinding posisi setelah reli panjang.

Perak dan tembaga juga merosot tajam, menegaskan luasnya tekanan jual di pasar logam.

Meski pelaku pasar memperkirakan data inflasi (CPI) mendatang menunjukkan perlambatan dan masih memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini, arus jangka pendek lebih didominasi deleveraging ketimbang penyesuaian ulang ekspektasi kebijakan.

Untuk emas, harga kembali turun ke bawah USD5.000 per troy ons setelah sempat reli ke kisaran USD5.100 per ons pada pekan ini.

“Kemampuan emas untuk segera kembali menembus level USD5.000 dinilai menjadi indikator utama arah tren jangka pendek,” ujar Fawad Razaqzada dari Forex.com dalam catatannya, dikutip dari Dow Jones Newswires.

Ia menambahkan, "Pasar kini telah menyapu kantong besar likuiditas di sisi bawah, dan pergerakan selanjutnya akan bergantung pada bagaimana harga bereaksi di sekitar level teknikal kunci.”

Terlepas dari tekanan tersebut, penurunan imbal hasil, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, serta ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi tetap menjadi fondasi fundamental bagi emas setelah tekanan likuidasi mereda. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement