Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari sebagai upaya menyelamatkan kesepakatan sementara yang telah dicapai.
Sebelumnya, kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan dari kawasan Teluk telah membebani harga emas. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang, suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh setelah berakhirnya rapat kebijakan moneter bank sentral AS selama dua hari pada pekan depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 68 persen.