“Ketika ketegangan di Timur Tengah mulai mereda, muncul ekspektasi lebih tinggi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga, dan dolar pun tertekan, yang membuat emas tetap mendapat dukungan,” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.
Dolar AS mencatat pelemahan mingguan, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Data menunjukkan harga konsumen AS melonjak paling tinggi dalam hampir empat tahun pada Maret, dipicu kenaikan harga minyak akibat perang serta dampak lanjutan tarif.
Inflasi yang tetap tinggi membatasi ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.