"Kembali naiknya harga minyak dan bertahannya harga Brent di level tinggi membuat pasar memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih meningkat. Bahkan, ada kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga paling cepat pada September," ujar Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek, dikutip Reuters.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 53 persen bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada September.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bergerak lebih tinggi, sementara indeks dolar AS naik 0,2 persen, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.
Ketua The Fed Kevin Warsh pekan ini kembali menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi, meski tidak memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
Sementara itu, data yang dirilis Selasa menunjukkan inflasi konsumen AS melambat pada Juni. Sehari kemudian, data juga memperlihatkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) mengalami penurunan.