Meski demikian, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters masih memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September 2026 dan sepanjang sisa tahun ini.
Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turut menekan harga emas.
Menurut Rodda, pasar obligasi perlu mencerminkan inflasi yang lebih persisten dan lebih tinggi akibat kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap harga emas.
Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar energi, harga minyak melonjak sekitar 4 persen pada Kamis, dengan harga Brent menembus USD105 per barel.