IDXChannel – Harga emas dunia merosot hampir 2 persen pada Kamis (23/7/2026), terkoreksi dari level tertinggi dalam dua pekan yang dicapai sehari sebelumnya.
Pelemahan terjadi setelah konflik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi, memicu kekhawatiran inflasi, dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Harga emas spot turun 1,94 persen menjadi USD4.049,78 per troy ons pada, setelah pada Rabu menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli.
Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,3 persen sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
"Lonjakan harga minyak mentah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena pasar menilai bank sentral tidak akan bisa menurunkan suku bunga akibat tekanan inflasi. Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi musuh bagi emas dan perak karena kedua aset tersebut tidak memberikan imbal hasil," kata analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip Reuters.
Harga minyak Brent sempat menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi.
Insiden tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global dapat meluas hingga melampaui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak selama beberapa waktu terakhir membebani harga emas karena meningkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan depan, beserta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh setelah berakhirnya rapat kebijakan moneter selama dua hari.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 83 persen, meningkat dari 68 persen sehari sebelumnya.
"Pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pekan depan, meski nada pernyataannya mungkin cenderung hawkish. Namun, jika The Fed secara mengejutkan mengambil sikap lebih dovish atau justru lebih hawkish, pasar akan bereaksi," ujar Wyckoff.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 3,8 persen menjadi USD57,44 per ons, platinum melemah 3,3 persen menjadi USD1.590,58 per ons, sedangkan palladium turun 2,7 persen menjadi USD1.256,50 per ons. (Aldo Fernando)