sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Jatuh Lebih dari 1 Persen, Dolar AS dan Yield Tinggi Tekan Pasar

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/05/2026 07:10 WIB
Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada Selasa (19/5/2026) seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang masih bertahan.
Harga Emas Jatuh Lebih dari 1 Persen, Dolar AS dan Yield Tinggi Tekan Pasar. (Foto: Magnific)
Harga Emas Jatuh Lebih dari 1 Persen, Dolar AS dan Yield Tinggi Tekan Pasar. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada Selasa (19/5/2026) seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang masih bertahan, sehingga memicu ekspektasi suku bunga tetap tinggi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Emas spot melemah 1,84 persen menjadi USD4.482,11 per troy ons. Harga sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret pada perdagangan sesi tersebut.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 1 persen ke USD4.511,20 per ons.

“Kami melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di dunia, dan itu sangat membebani emas. Dolar juga lebih kuat, dan itu menjadi sentimen negatif,” ujar analis Marex, Edward Meir, dikutip Reuters.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan dekat level tertinggi lebih dari satu tahun, sementara dolar AS menguat.

Keduanya naik karena investor mengantisipasi sikap Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish untuk meredam inflasi yang dipicu lonjakan harga energi.

Kenaikan imbal hasil Treasury meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara penguatan dolar membuat komoditas berbasis greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak mentah Brent tetap tinggi akibat kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global karena lonjakan biaya energi.

Inflasi yang tinggi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan tekanan harga.

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi.

Pasar kini melihat ruang yang sangat terbatas untuk pemangkasan suku bunga sepanjang sebagian besar 2026, dengan ekspektasi bergeser ke arah suku bunga tetap atau bahkan pengetatan lebih lanjut pada akhir tahun.

“Kendati prospek investasi struktural untuk emas masih cukup solid, perkembangan makro jangka pendek menciptakan tantangan yang lebih berat bagi harga,” tulis Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

“Begitu tekanan terkait energi mulai mereda, permintaan bank sentral berpotensi kembali menjadi pendorong utama.”

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis Rabu.

Perak spot turun 4,1 persen menjadi USD74,53 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sekitar dua pekan.

Platinum melemah 2,2 persen menjadi USD1.936,10 per ons dan paladium merosot 4,2 persen menjadi USD1.359,26 per ons.

Pada Minggu, JPMorgan memperkirakan harga platinum mencapai USD2.400 per ons pada kuartal IV-2026 dan melihat harga paladium berada di level USD1.600 per ons pada periode yang sama. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement