IDXChannel - Harga emas dunia melonjak ke rekor baru dan semakin mendekati level psikologis USD5.000 per troy ons pada Jumat (23/1/2026), didorong meningkatnya risiko geopolitik, ketidakpastian ekonomi, serta melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Emas spot (XAU/USD) ditutup naik 1,04 persen ke USD4.987,54 per troy ons, usai sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD4.990,12 pada Jumat.
Dalam sepekan, harga emas melonjak 8,51 persen, menandai kinerja mingguan terbaik sejak Maret 2020, menurut catatan Barrons.
“Reli ini dipicu oleh FOMO (fear of missing out), di tengah fokus yang berlanjut pada faktor-faktor pendukung aset keras setelah sedikit meredanya ketegangan AS–Uni Eropa,” ujar analis Saxo Bank, dikutip Dow Jones Newswires.
Saxo Bank melanjutkan, “Permintaan bank sentral tetap kuat, dolar terus melemah, dan pemerintah masih agresif menerbitkan utang tanpa kejelasan rencana pelunasan jangka panjang.”
Para pemimpin Uni Eropa menyampaikan kelegaan setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan mundur dari ancaman tarif yang terkait dengan Greenland.
Meski demikian, mereka menegaskan tetap siap merespons apabila tekanan serupa kembali muncul.
Trump, di sisi lain, mengatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen Amerika Serikat ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.
Namun, rincian perjanjian tersebut masih belum jelas. Denmark pun kembali menegaskan bahwa kedaulatannya atas pulau tersebut tidak dapat dinegosiasikan.
Dari sisi makroekonomi, inflasi PCE, indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), pada November bergerak relatif sesuai ekspektasi. Hal ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.
Awal pekan ini, Goldman Sachs menaikkan target harga emas akhir 2026 menjadi USD5.400 per troy ons.
“Kami mengasumsikan pembeli diversifikasi dari sektor swasta, yang menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko kebijakan global dan telah mendorong kejutan kenaikan dalam proyeksi harga kami, tidak akan melikuidasi kepemilikan emas mereka pada 2026. Hal ini secara efektif menaikkan titik awal proyeksi harga kami,” tulis bank tersebut dalam sebuah catatan.
Perak Tembus USD100
Harga perak melesat menembus ke atas USD100 per troy ons pada Jumat, memperpanjang lonjakan tajam sepanjang 2025 ke awal tahun ini.
Kenaikan tersebut didorong aksi beli investor ritel dan pergerakan berbasis momentum, di tengah ketatnya pasokan fisik logam mulia sekaligus logam industri itu.
Mengikuti reli emas yang jauh lebih mahal, para analis teknikal menilai laju kenaikan harga perak yang sangat cepat telah menempatkannya dalam posisi rawan koreksi besar.
“Perak saat ini berada dalam pusaran euforia yang bergerak sendiri. Dengan risiko geopolitik yang menopang emas, perak ikut diuntungkan, bahkan hingga kini, berkat harga satuannya yang lebih rendah,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.
“Hampir semua orang ingin ikut terlibat, tetapi ini juga memunculkan sinyal peringatan kekayaan. Ketika retakan mulai muncul, celah itu bisa dengan mudah berubah menjadi jurang. Bersiaplah,” imbuh dia.
Harga perak spot, yang digunakan dalam perhiasan, elektronik, panel surya, serta sebagai instrumen investasi, terakhir melejit 7,48 persen ke level USD103,38 per troy ons, usai sempat menembus rekor anyar di USD103,45 pada Jumat.
Selama sepekan, harga perak melesat 14,72 persen. Sejak awal 2026, harga perak telah melonjak 44,30 persen, setelah sebelumnya melesat 147 persen sepanjang 2025.
Ahli Strategis BofA, Michael Widmer, memperkirakan harga perak yang secara fundamental wajar berada di kisaran USD60 per ons.
Ia menilai permintaan dari produsen panel surya kemungkinan telah mencapai puncaknya pada 2025, sementara permintaan industri secara keseluruhan tertekan oleh harga yang sudah sangat tinggi.
Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, hanya dibutuhkan 50 troy ons perak untuk membeli satu troy ons emas per Jumat ini, turun dari 105 ons pada April.
Rasio tersebut, yang kerap digunakan trader dan analis sebagai indikator arah pergerakan, menunjukkan bahwa kinerja perak yang mengungguli emas sudah berada pada tingkat yang terlalu teregang alias streched. (Aldo Fernando)