“Perak saat ini berada dalam pusaran euforia yang bergerak sendiri. Dengan risiko geopolitik yang menopang emas, perak ikut diuntungkan, bahkan hingga kini, berkat harga satuannya yang lebih rendah,” kata analis StoneX, Rhona O’Connell.
“Hampir semua orang ingin ikut terlibat, tetapi ini juga memunculkan sinyal peringatan kekayaan. Ketika retakan mulai muncul, celah itu bisa dengan mudah berubah menjadi jurang. Bersiaplah,” imbuh dia.
Harga perak spot, yang digunakan dalam perhiasan, elektronik, panel surya, serta sebagai instrumen investasi, terakhir melejit 7,48 persen ke level USD103,38 per troy ons, usai sempat menembus rekor anyar di USD103,45 pada Jumat.
Selama sepekan, harga perak melesat 14,72 persen. Sejak awal 2026, harga perak telah melonjak 44,30 persen, setelah sebelumnya melesat 147 persen sepanjang 2025.
Ahli Strategis BofA, Michael Widmer, memperkirakan harga perak yang secara fundamental wajar berada di kisaran USD60 per ons.