Ibrahim membedah skenario pergerakan pasar secara mendalam. Jika emas global melemah, level support pertama ada di USD4.088 per troy ons (emas domestik Rp2.648.000 per gram), dan support kedua di USD3.859 per troy ons (emas domestik Rp2.550.000 per gram).
Sebaliknya, jika menguat, area resistance pertama berada di USD4.243 per troy ons (emas domestik Rp2.688.000 per gram) dan resistance kedua di USD4.465 per troy ons (emas domestik Rp2.790.000 per gram).
Satu faktor utama yang berisiko menekan daya pikat emas adalah proyeksi penguatan indeks dolar AS menuju level 101,70 pada pekan depan. Menguatnya dolar AS secara otomatis membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya, sehingga mengikis volume permintaan terhadap aset aman (safe haven) ini.
Ibrahim menambahkan, dinamika ini tidak terlepas dari situasi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur yang mengancam jalur logistik energi.